Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

JENIUS: Bank Digital yang Sangat Berguna buat Para Online Freelancer

Jenius Digital Banking
Jenius Digital Banking

Sebagai seorang online freelancer (pekerja lepas daring), saya seringkali butuh melakukan belanja & transaksi online yang kebetulan menggunakan kartu kredit sebagai alat pembayarannya.

Awalnya saya kira bisa melakukannya dengan fitur VCN (Virtual Credit Number) dari rekening BNI yang saya miliki. Namun ternyata hal tersebut tidak bisa saya lakukan karena kartu debit yang saya gunakan berlabel GPN (Gerbang Pembayaran Nasional). Sedangkan untuk bisa menggunakan VCN, kartu debit yang digunakan harus berlabel Visa dan Mastercard.

Lalu, saya menemukan Jenius yang bisa menjadi solusi akan kebutuhan saya tersebut.

Berdasarkan WikipediaJenius adalah sebuah aplikasi perbankan digital. Aplikasi ini membantu penggunanya melakukan aktivitas finansial seperti menabung, bertransaksi, atau mengatur keuangan serta memungkinkan nasabah untuk memiliki rekening bank. Semua dilakukan dari satu tempat, dari ponsel, baik yang berbasis Android maupun iOS. Aplikasi ini diluncurkan oleh Bank BTPN pada 11 Agustus 2016.

Jenius menawarkan berbagai layanan yang memudahkan para penggunanya dalam mengelola keuangan yang tentunya tidak mungkin bagi saya mengulas semua layanan tersebut dalam satu postingan ini saja.

Sebagai gantinya, akan saya ulas kelebihan dan kekurangan Jenius dari perspektif seorang online freelancer, sehingga diharapkan kalian yang punya profesi serupa dengan saya bisa mendapat cukup insight tentang Jenius.

Oke, kita mulai dari kelebihannya terlebih dulu:



KELEBIHAN

1. Pembukaan rekening yang mudah

Untuk registrasi dan membuka rekening Jenius bisa dibilang sangat mudah. Itu karena kita bisa melakukannya melalui aplikasi resmi Jenius yang bisa diunduh baik di Play Store maupun App Store.

Hal ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan proses pembuatan rekening bank konvensional yang mengharuskan kita untuk datang ke kantor bank, melalui antrian dan proses registrasi yang terbilang belibet dan memakan waktu.

Saya sendiri dulu membuka rekening melalui Bank BTPN karena saya mengira BTPN juga melayani registrasi Jenius. Namun ternyata manajemen BTPN dengan manajemen Jenius itu berbeda, sehingga BTPN tidak melayani registrasi Jenius. Itu mungkin karena Jenius formatnya adalah bank digital sehingga diusahakan agar semua aktivitas di Jenius bisa dilakukan melalui digital.

Untungnya, pegawai bank BTPN tersebut mau berbaik hati menjembatani pembukaan akun Jenius saya. Saya diminta mengisi form registrasi, kemudian diminta menghubungi CS Jenius secara langsung untuk melakukan verifikasi data.

Jika mendaftar melalui aplikasi, harusnya saya tidak perlu menghabiskan pulsa untuk menghubungi CS Jenius melalui panggilan seluler. Tapi ada untungnya juga, karena berkat pegawai BTPN tersebut saya jadi tahu kalau kita bisa daftar Jenius tanpa memiliki NPWP. Caranya yaitu dengan memilih opsi penghasilan di bawah Rp 1 juta ketika registrasi.

2. Bebas biaya perbankan

Mungkin karena Jenius ini formatnya bank digital, sehingga mereka (Jenius) bisa meminimalisir pembebanan biaya yang biasa kita dapati di bank-bank konvensional.

Di Jenius, kita akan terbebas dari:
  • Biaya administrasi.
  • Biaya pembukaan & penutupan rekening.
  • Nominal setoran awal, yang artinya kita tidak perlu menyerahkan sejumlah uang guna mengisi saldo rekening ketika mendaftar.
  • Nominal saldo minimum, yang artinya meskipun kita tidak punya saldo sama sekali di rekening, rekening kita tidak akan ditutup otomatis oleh Jenius.

3. Segalanya bisa dilakukan melalui aplikasi

Aplikasi Jenius
Aplikasi Jenius
Kirim uang, bayar tagihan, menabung, mencetak bank statement hingga buat deposito berjangka bisa dilakukan cuma dari smartphone. Tidak perlu ke bank, tidak perlu banyak membuang waktu.

Kelebihan lain aplikasi Jenius yang saya rasakan yaitu bisa diinstal di beberapa gadget sekaligus tanpa harus ribet dalam proses loginnya. Saya bisa memasang aplikasinya di Android, iPhone, dan iPad saya.

Kenapa saya menganggap hal tersebut sebagai nilai plus? Itu karena saya juga punya rekening bank konvensional (BNI) yang aplikasi mobile banking-nya terbilang sangat menyulitkan dalam hal login.

Tiap kali saya melakukan flashing hp maupun factory reset, saya diharuskan mengubah sandi dan mengisi pulsa demi bisa mengirim sms verifikasi login ke aplikasi mobile banking bank tersebut.

Belum lagi ketika saya ingin menginstal aplikasinya di OS yang berbeda, saya diharuskan untuk datang ke kantor cabang bank tersebut untuk melakukan reset data. Ribet gila!!! 🤬

Namun kalian tidak akan menemui kesulitan serupa di aplikasi Jenius, karena instal dan login di aplikasi Jenius itu semudah menjentikkan jari. Ctik! Nothing is complicated!

4. Memudahkan manajemen keuangan dan bertransaksi

Jenius tahu kalau masyarakat modern punya kehidupan yang kompleks dan berkebutuhan akan bank yang selain berfungsi untuk menyimpan uang juga sekaligus bisa memudahkan dalam mengelola keuangan mereka.

Sebagai jawaban akan kebutuhan tersebut, Jenius menawarkan 3 pos yang siap digunakan untuk mengelola keuangan nasabahnya: 

1. Saldo aktif (saldo utama)

Semua dana yang masuk baik melalui top up maupun transaksi lainnya akan otomatis masuk ke pos ini.

2. Kartu

Jenius menawarkan 3 jenis kartu yang bisa digunakan untuk keperluan yang berbeda:

Kartu Jenius
Kartu Jenius

  • m-Card (kartu debit utama)

Kartu ini bisa digunakan untuk tarik tunai di ATM Bersama/PRIMA/mancanegara, juga bisa digunakan untuk melakukan transaksi online/offline di seluruh merchant Visa. m-Card ini merupakan kartu debit fisik yang akan segera dikirimkan ke alamat kita setelah kita melakukan aktivasi akun Jenius.

  • e-Card (kartu debit virtual)

Nah, jenis kartu ini nih yang paling saya suka dan paling sering saya gunakan. e-Card ini fungsinya adalah sebagai pengganti kartu kredit, sehingga kita bisa bertransaksi online di seluruh merchant Visa tanpa harus memiliki kartu kredit.

Saya biasanya menggunakan e-Card untuk keperluan pembayaran online seperti membeli/berlangganan aplikasi di Play Store dan App Store, juga berbagai aktivitas belanja daring lainnya.

e-Card adalah kartu debit nonfisik yang bisa langsung kita dapatkan di aplikasi setelah akun Jenius kita aktif.

  • x-Card (kartu debit tambahan)

Pada dasarnya kegunaan dari x-Card ini sama seperti m-Card. Kita bisa membuat maksimal 3 buah x-Card melalui aplikasi Jenius jika ingin memiliki kartu untuk digunakan mengatur pengeluaran yang lebih spesifik. Misalnya kita punya anak, kita bisa kasih dia pegang x-Card ini untuk digunakan jajan.

3. Save it (tabungan)

Selayaknya bank pada umumnya, Jenius tentu bisa digunakan untuk menabung. Namun fitur menabung yang ditawarkan oleh Jenius ini lebih advanced karena nasabah dimungkinkan untuk membagi dananya dalam 3 jenis tabungan sesuai dengan kebutuhan:

  • Flexi Saver

Tabungan fleksibel berbunga setara deposito yang bisa disetor dan ditarik sesuka hati. Flexi Saver bisa dimanfaatkan sebagai dana darurat. Simpanan ini memberikan fleksibilitas untuk menarik dan menyetor uang kapan saja sesuai kebutuhan.

  • Dream Saver

Tabungan otomatis yang akan membantu mewujudkan impian apapun. Dream Saver bisa digunakan untuk tabungan sesuai tujuan tertentu dengan target spesifik yang ingin dicapai.

Misalnya kita punya rencana liburan ke Jepang dalam 1 tahun ke depan, kita bisa menabung untuk keperluan tersebut menggunakan fitur Dream Saver ini. Nantinya Dream Saver akan secara otomatis membantu kita untuk mengambil dana di saldo aktif tiap hari/minggu/bulan sesuai keinginan kita. Jadinya kita tidak perlu untuk memindahkan saldo secara manual ke tabungan.

  • Maxi Saver

Deposito berjangka berbunga maksimal yang bisa dibuat, dikelola, dan dicairkan melalui smartphone.  Maxi Saver adalah deposito berjangka yang bisa digunakan untuk simpanan jangka panjang.

Dibandingkan dengan Flexi Saver dan Dream Saver, Maxi Saver ini bunganya paling besar, sehingga cocok digunakan untuk rencana jangka panjang seperti biaya pendidikan anak di masa depan.

5. Fitur baru berupa akun bisnis

Kalian punya bisnis dan ingin mengatur keuangan bisnis kalian secara terpisah dari keuangan pribadi? Saat ini kalian bisa melakukannya dengan mudah di Jenius.

Dalam 1 aplikasi Jenius, kalian bisa punya 2 akun, akun personal dan bisnis. Untuk mengaktifkan akun bisnis ini, kalian cukup mengaktifkannya dari aplikasi dan tidak perlu susah payah pergi ke bank.

Dengan mengaktifkan akun bisnis, kalian juga akan mendapatkan m-Card, kartu debit virtual (nonfisik) baru khusus untuk akun bisnis tersebut. Dalam hal m-Card ini, m-Card akun bisnis berbeda dengan m-Card akun personal yang berupa kartu fisik. Konsekuensinya, kita jadi tidak bisa melakukan tarik tunai di ATM dari saldo akun bisnis.

KEKURANGAN

Sebagai platform digital banking yang usianya bisa dikatakan masih sangat belia, tentunya Jenius masih punya banyak celah kekurangan di sana-sini yang semoga ke depannya bisa ditambal dan dioptimalkan lagi.

Di sini saya sebutkan beberapa kelemahan Jenius berdasarkan pengalaman penggunaan saya dan pengalaman pengguna Jenius lain:

1. Opsi mengisi saldo akun Jenius yang cukup terbatas

Sebenarnya Jenius punya banyak opsi untuk mengisi saldo seperti yang disebutkan di website resmi Jenius, hanya saja menurut saya opsi tersebut masih cukup sulit dilakukan terutama bagi orang yang tinggal di daerah pedalaman.

Daerah saya memang cukup jauh dari kantor cabang BTPN, namun kebetulan di desa saya terdapat agen Jenius yang mungkin bisa melayani top up saldo Jenius. Lah, kok mungkin? Ya soalnya saya tidak pernah mengisi saldo di agen Jenius tersebut, dan lebih memilih top up dengan cara transfer dana dari rekening bank utama saya hehe....

2. Sistem keamanan yang belum cukup meyakinkan

Sebagai bank digital, Jenius dirancang sedemikian rupa agar bisa memudahkan pengguna dan menjadi pembeda dari bank konvensional yang seringkali terasa cukup menyulitkan. Namun kemudahan ini berpotensi menjadi pedang bermata dua. Satu sisi memudahkan, namun di sisi lain kemudahan tersebut justru bisa menjadi celah bagi para peretas untuk mengeksploitasinya. 

Tahun lalu, tepatnya bulan Agustus 2019, seorang influencer dan Youtube reviewer, Wisnu Kumoro mengalami kejadian nahas berupa kehilangan saldo Jeniusnya karena akunnya berhasil dibobol oleh pelaku kejahatan siber. Wisnu sangat kaget dan terheran-heran, karena sebenarnya dia menerapkan standar keamanan yang tinggi dalam setiap aktivitas digitalnya. 

Berikut adalah video kronologi dibobolnya akun Jenius Wisnu Kumoro dari kanal Youtube-nya:



Nah, celah keamanan seperti itulah yang saya khawatirkan dari Jenius sampai saat ini, sehingga saya memutuskan untuk tetap menggunakan bank utama saya, BNI, untuk menyimpan kekayaan saya (ciye, yang ngaku horang kaya... aminin aja ya, hehe...!). Sedangkan Jenius cuma saya fungsikan sebatas sebagai alat pembayaran pengganti kartu kredit saja.

So, gimana pendapat kalian, apakah kalian tertarik untuk membuat akun Jenius juga? Atau masih ragu-ragu?

Jangan sungkan-sungkan tulis pendapat kalian di kolom komentar ya, biar kita bisa ngobrol-ngobrol lebih lanjut tentang Jenius, okey...!
NOOV
NOOV Ilustrator pengguna jutsu choju giga & Blogger pengguna otak kiri

Post a Comment for "JENIUS: Bank Digital yang Sangat Berguna buat Para Online Freelancer"

Berlangganan via Email